Ketika Anak Muda Ingin Bergaya Sultan

Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi tentu menjadi hal yang sangat bermanfaat untuk membantu mobilitas kehidupan seseorang. Terlebih lagi jika ada penemuan penemuan baru yang membantu memudahkan masyarakat dalam bertransaksi untuk memenuhi kebutuhannya.

Salah satunya adalah kartu kredit. Seperti yang Kita ketahui, kehadiran kartu kredit sangat membantu Kita dalam menyelesaikan masalah pembayaran sehingga sistemnya lebih praktis dan akurat.

Meskipun demikian, adanya kartu kredit ternyata dapat membuat seseorang menjadi boros dalam berbelanja.

Dengan menggunakan uang fisik Kita bisa langsung menunjukkan keadaan finansial Kita saat itu juga. Sehingga dalam hal belanjapun Kita bisa menyesuaikannya dengan kondisi uang yang dimilikinya.

Berbeda dengan penggunaan uang fisik, Mereka yang menggunakan kartu kredit akan cenderung berkeinginan untuk terus berbelanja. Karena tidak mengetahui dengan pasti kemampuan finansial yang dimilikinya sehingga terus terdorong untuk menggunakan kartu kreditnya.

Can’t Say No To Sale

Sale. Apa yang terlintas di benak Kamu ketika mendengar kata tersebut?

Dapat barang bagus dengan kualitas baik? Kesempatan emas? atau tawaran yang menggiurkan?

Sale sendiri biasanya hanya diberlakukan pada barang lama yang tidak laku terjual, sehingga untuk mengatasinya produsen akan menjualnya dengan harga yang lebih murah untuk menarik minat pembeli.

Namun ternyata, strategi yang digadang gadang menjadi ‘tipuan marketing’ ini bisa menyebabkan orang rela menghambur hamburkan uang untuk mendapatkannya, loh! Bahkan orang orang tertentu tidak bisa berkata tidak untuk menolaknya.

Sikap boros tentulah sangat buruk untuk diterapkan, terlebih lagi jika diterapkan oleh anak muda yang masih sangat mudah dipengaruhi.

Selain itu, sikap boros dapat membuat seseorang kesulitan untuk manage keuangannya. Hal ini bisa saja mendorong seseorang untuk melakukan tindak kriminal seperti mencuri ataupun mencopet jika dirinya dalam keadaan terdesak karena terus menginginkan agar keinginannya terpenuhi.

Untuk itu, peran orang tua masih sangat dibutuhkan untuk mengontrol kebiasaan dan gaya hidup anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *